Monday, November 24, 2008

Mengenal Report Studio (1)

Cara mudah mengenali sesuatu (pendapat saya), adalah dengan tidak memulai dari yang detail. Sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit, benar? Tetapi sebelum memulai yang sedikit, terlebih dahulu kita harus tahu seperti apa bukit. Jika tidak, sampek matek Anda tidak memiliki arah. Melainkan berjalan berputar-putar, terhuyung-huyung dan tidak pernah sampai kemanapun.

Mulai dengan membuka report studio, pilih package Great Outdor Company, dan pilih Crosstab sebagai report template-nya.

Dua bagian penting dari report studio adalah data source dan report template.

Untuk membentuk sebuah report, Anda mengambil item dari data source dan Anda letakkan ke bagian di dalam report template. Item-item yang telah Anda letakkan ke bagian di dalam report template ini adalah data source terpilih yang disebut Data Item.
Beberapa data source terpilih atau data item membentuk yang namanya query. Jelas?

Kesimpulannya adalah setiap report wajib memiliki query. Keduanya memiliki hubungan yang dikaitkan oleh properties report.

Query berisikan data item yang diperlukan oleh report. Sekarang kita mulai masuk kepada yang lebih detail, yaitu bagaimana secara visual report studio menampilkan source, query, report dan properties.

Source dan Data Item (pembentuk Query)

Source adalah salah satu bagian dari insertable objects, bagian yang lain adalah data item, dan toolbox. Berikut adalah Insertable Objects yang memiliki 3 tab atau halaman:

Anda melihat pada tab Data Items hanya ada nama Query-nya yaitu Query1, dan belum memiliki data item. Coba Anda ikuti langkah berikut:
  1. Dalam tab source, expand dimension Products, expand hierarchy Products dan drag level Product line ke bagian Row di dalam crosstab.

  2. Expand dimension Years, expand hierarchy Years dan drag level Year ke bagian Column di dalam crosstab.
  3. Expand Measures, drag measure Quantity sold ke bagian measure di dalam crosstab.
Sampai langkah terakhir Anda telah memilih TIGA data item: Product line, Year dan Quantity sold. Klik tab Data Items dan Anda melihat di sana sudah ada tiga item data terpilih tersebut. Tiga data item ini membentuk sebuah Query yang secara default oleh cognos diberi nama Query1. Anda mulai memahami?


Keterkaitan Report dengan Query

Crosstab dan Query1 dari latihan di atas dikaitkan oleh properties-nya crosstab. Cara melihatnya adalah demikian:
  1. Seleksi crosstab dengan cara klik sembarang bagian dalam crosstab, misal Anda klik <#Product line#>.
  2. Pada bagian judul jendela Properties, klik Ancestor, pilih crosstab.

  3. Anda melihat pada properties bagian Data, item Query memiliki value Query1. Inilah yang mengaitkan antara Report dengan Query.

Apakah tulisan ini bermanfaat? Anycomment?
Lebih detail lagi kita lanjut dalam next post.

Friday, November 21, 2008

Multi Query vs Filter Function

Apabila pemahaman Anda tentang database kurang atau bahkan tidak sama sekali, terlebih jika Anda kurang memahami struktur desain datasource yang dibangun administrator cognoyayas BI di perusahaan Anda, ada yang mengatakan bahwa mustahil Anda mampu menghasilkan report yang valid dari data relational.
..ehm.. jangan berkecil hati. Meskipun Anda sempat setuju dengan pernyataan ini, terlebih ketika konsultan mendemokan join dua query yang kemudian di-join lagi... ups.
Cara berikut saya lakukan dengan cognos 8.2 dan sejauh ini belum mengalami masalah.
Kasus kita sekarang adalah bagaimana menghasilkan laporan seperti gambar berikut:

Apakah Anda berpikir untuk membuatnya dengan Multi Query?:

Demikianlah kata konsultan kebanyakan.
Ada yang bisa berkomentar untuk cara berikut?:
  1. Buka Report Studio, pilih package GO Sales and Retailers
  2. Pada jendela Wellcome, pilih Creat a new report or template
  3. Pilih Crosstab dari jendela New
  4. Dari Insertable Objects kembangkan Orders, drag Order Method ke dalam lembar kerja bagian Row
  5. Kita lakukan selanjutnya dari dalam Query. Klik kanan pada Crosstab dan pilih Go to Query. Buatlah Data Item seperti gambar berikut:

    Dengan expression masing-masing sbb:

    Quantity 2004 :

    untuk data item Quantity 2005 dan Quantity 2006 hanya mengubah nilai 2004 dalam expression di atas menjadi 2005 dan 2006. Buatlah data item ini dengan mengcopy dari data item Quantity 2004 dan kemudian mengeditnya.

    % Change (2004-2005) :

    Mungkin berbeda dengan yang Anda telah terima dari konsultan Anda yang mungkin pembagi dalam expression di atas menggunakan [Quantity 2005]. Jika begitu, saya tidak mengerti logika matematisnya.

    % Change (2005-2006) :
  6. Berikutnya Anda lanjutkan membuat report. Melalui Page explore, buka page1, buat crosstab Anda menjadi seperti gambar:

  7. Select crosstab dengan cara klik bagian area measure yang masih kosong. Dari properties, bagian General, pada item Has Fact Cells berikan nilai Yes:
  8. Sekarang memformat data untuk % Change menjadi dalam prosen: klik area dibawah judul kolom % Change (2004-2005), kemudian tekan dan tahan tombol Ctrl dan klik area di bawah kolom % Change (2004-2006). Dari sembarang bagian yang terseleksi, klik kanan, pilih Data Format:
  9. Pilih Format type : Percent:
  10. Klik Run Report.
Any comments? You have to be better !

Friday, November 14, 2008

Cognos Connection dan Cognos 8 Studios

Cognos Connection
adalah sebuah web portal yang tampil pertama kali Anda membuka halaman cognos setelah memasukkan userid dan password. Tampilan ini bisa dimodifikasi oleh setiap user sesuai dengan yang diinginkan. Apa saja yang bisa dilakukan oleh user dari cognos connection dibatasi oleh hak akses yang ditentukan oleh Administrator. Sehingga tombol action yang tampil di cognos connection milik Anda mungkin berbeda dengan user lain. Tombol action yang saya maksud disini adalah Cognos Studio: Query Studio, Report Studio, Event Studio, Metric Studio dan Analysis Studio.



Lebih khusus tentang Cognos Connection akan saya tulis dalam post terpisah.

Query Studio
adalah sebuah tool, yang tanpa kecakapan khusus Anda bisa membuat Query sederhana dari database yang sudah ada. Hanya dengan klik dan seret (drag) bisa dihasilkan sebuah chart atau semacam laporan yang dengan mudah pula bisa dimodifikasi: sort, filter, format dan layout.

Report Studio
adalah sebuah tool, yang lebih powerfull untuk membuat report dengan banyak tool dan function di dalamnya. Meski Anda belum banyak mengenal function/formula, dalam tulisan saya yang lain insyaAllah Anda bisa mendapatkan kemudahan. That's the finally.

Event Studio
dengan event studio, Anda bisa menetapkan (menjadwalkan), bahwa dengan memberikan ketentuan event khusus, Anda mengirimkan sebuah notifikasi kepada Anda sendiri atau orang lain. Apabila sebuah event yang Anda atur terpenuhi oleh kejadian, maka event akan melakukan action sesuai dengan pengaturan yang telah Anda tetapkan.


Matric Studio
Pendapat saya, tool ini adalah yang terbaik untuk mendapatkan data analysis bagi pembuat keputusan. Dengan sedikit klik dan seret, analysis bisa lebih fokus kepada target Anda dan lebih fokus menjawab yang Anda mau.

Matric Studio
he.. he.. mohon maaf, saya tidak menggunakan bagian yang ini ..